Camat Sipatana dan Yayasan Al Yasiir Perkuat Kolaborasi Sukseskan Program Gerakan Mengaji
GORONTALO – Yayasan Al Yasiir Gorontalo Berkah melaksanakan audiensi dengan Camat Sipatana untuk membahas penguatan kolaborasi pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pemerintahan dan satuan pendidikan pada Senin 3 Agustus 2026. Audiensi tersebut disambut baik oleh Pemerintah Kecamatan Sipatana sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Mengaji yang menjadi salah satu program Pemerintah Kota Gorontalo.
Dalam audiensi tersebut, Yayasan Al Yasiir Gorontalo Berkah menyatakan kesiapan memfasilitasi program pembelajaran Al-Qur’an bagi seluruh aparatur Pemerintah Kecamatan Sipatana secara gratis dengan menyediakan tenaga pengajar profesional tanpa dipungut biaya. Selain itu, kedua belah pihak juga membahas peluang kolaborasi pengembangan program pendampingan pembelajaran Al-Qur’an bagi peserta didik sekolah dasar di Kecamatan Sipatana.
Dalam pertemuan tersebut, Camat Sipatana, Kasim Pilobu, S.T., menyampaikan bahwa kegiatan mengaji bagi aparatur di lingkungan Kantor Kecamatan Sipatana telah mulai berjalan dan akan terus diperkuat agar dapat diikuti seluruh aparatur, termasuk di setiap kelurahan.
“Kami menyambut baik kesiapan Yayasan Al Yasiir Gorontalo Berkah dalam mendukung pembelajaran Al-Qur’an bagi aparatur. Program ini sejalan dengan arahan Bapak Wali Kota Gorontalo. Pemerintah Kecamatan Sipatana siap memfasilitasi agar seluruh aparatur dapat mengikuti kegiatan mengaji secara rutin,” ujar Kasim Pilobu, S.T.
Selain pembelajaran bagi aparatur, Camat Sipatana juga menyatakan kesiapan memfasilitasi pertemuan Yayasan Al Yasiir Gorontalo Berkah dengan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Sipatana guna membahas peluang pelaksanaan program pendampingan pembelajaran Al-Qur’an bagi peserta didik sekolah dasar.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi Dinas Pendidikan yang memberikan rekomendasi kepada Yayasan Al Yasiir Gorontalo Berkah untuk memperluas jangkauan layanan pembelajaran Al-Qur’an ke sekolah-sekolah lain. Kecamatan Sipatana menjadi salah satu wilayah yang mulai dijajaki dengan sasaran prioritas peserta didik yang belum mengikuti pembelajaran di TPQ mana pun maupun TPQ setempat, sehingga kehadiran program Yayasan Al Yasiir diharapkan menjadi pelengkap dan tidak mengganggu lembaga pendidikan Al-Qur’an yang telah ada.
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Keagamaan Yayasan Al Yasiir Gorontalo Berkah, Ustadz Sukri Gausu, S.E., M.E., menjelaskan bahwa konsep pembinaan bagi peserta didik dirancang lebih dari sekadar pembelajaran membaca Al-Qur’an.
“Program TPQ di lingkungan sekolah dirancang langsung oleh Yayasan Al Yasiir secara terstruktur dan terukur. Selain pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas, peserta didik juga mengikuti pembelajaran klasikal berupa Mutabaah Tahfidz Juz 30, hafalan hadits pilihan, serta fiqih ibadah. Program ini dilaksanakan melalui mekanisme infaq pendidikan yang disepakati bersama orang tua. Selama ini, infaq tersebut telah mendapatkan subsidi hingga 50 persen dibandingkan infaq santri di Rumah Qur’an Al Yasiir. Adapun bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu dan anak yatim, program tetap diberikan secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas tanpa mengesampingkan keberadaan TPQ yang telah ada di masyarakat,” jelas Ustadz Sukri Dosen salah Perguruan tinggi di kota Gorontalo.
Pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an bagi aparatur direncanakan dapat dilaksanakan secara fleksibel di Kantor Kecamatan Sipatana, kantor-kantor kelurahan, maupun di Rumah Qur’an Al Yasiir sesuai jadwal yang disepakati bersama. Adapun pelaksanaan program TPQ di sekolah akan dibahas lebih lanjut bersama Ketua K3S dan kepala sekolah agar pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Melalui audiensi ini, Pemerintah Kecamatan Sipatana dan Yayasan Al Yasiir Gorontalo Berkah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat dalam memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi aparatur maupun peserta didik. Diharapkan program ini mampu meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an aparatur sehingga semakin memperkuat integritas, karakter, dan nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugas, yang pada akhirnya berdampak pada pelayanan kepada masyarakat yang semakin profesional, humanis, dan berakhlak. Sementara bagi peserta didik, kolaborasi ini diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam melahirkan generasi Qurani yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki fondasi keislaman yang kuat sejak usia dini. (roy)